

ambon | www.pa-ambon.go.id
Rabu (16/01/2014), Pengadilan Agama Ambon menggelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1435 Hijriyah yang bertempat di ruang aula Pengadilan Agama Ambon. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut dihadiri oleh Ketua dan Wakil Ketua Pengadilan Agama Ambon yang baru, Hakim Tinggi PTA. Ambon, Ketua dan Wakil Ketua Pengadilan Agama Masohi, Pejabat Struktural dan fungsional PTA dan PA. Ambon serta seluruh Pegawai Pengadilan Agama Ambon.
Yang menjadi pembicara dalam Hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW kali ini adalah Drs. H. Abdullah Tsanie, SH, M.Hum (Hakim Tinggi PTA. Ambon) dalam Hikmah Maulidnya beliau menyampaikan Rasulullah SAW adalah seorang pemimpin yang agung seratus tokoh besar didunia yang pertama adalah Nabi Muhammad SAW, ada tiga (3) garis besar yang akan beliau kemukakan dalam hikmah maulid ini : yang pertama Nabi Muhammad SAW adalah seorang yang dalam kehidupannya banyak tantangan, dilahirkan dalam keadaan yatim dalam usia dua tahun ibunya meninggal, menginjak usia remaja menjadi pengembala kambing kemudian menginjak usia yang agak dewasa menjadi pedagang, begitu beratnya mengelola amanat orang lain namun Rasulullah SAW adalah orang yang jujur dan baik, dalam membawakan ajaran Islam pun beliau di tantang oleh keluarga sendiri. Artinya dalam kehidupannya banyak tantangan tapi Rasulullah SAW tetap Aktual karena beliau bisa mengaktualisasikan diri sampai beliau menjadi Rasul dan pemimpin negara.

Yang kedua Rasulullah berakhlak mulia dan berjiwa besar, apa yang beliau katakan itu yang harus beliau lakukan, sekarang banyak orang munafik mulutnya ini tapi hatinya itu atau hatinya itu mulutnya ini tidak satu dengan perbuatannya, Rasulullah SAW kalau memerintahkan sholat berjamaah beliau sendiri sholat berjamaah, memerintahkan berjihad beliau sendiri berjihad. Ali Bin Abi Thalib pernah penasaran dengan Rasulullah, Rasulullah pernah berkata hai para sahabat, sahabatku yang nanti meninggal dunia yang pertama masuk surga adalah tukang kebun kurma, Ali Bin Abi Thalib pun heran sedangan beliau sendiri adalah seorang intelektual, Ali Bin Abi Thalib pun bertanya apa pekerjaan orang itu sampai dia adalah orang pertama yang masuk surga, ternyata orang ini adalah orang yang sangat berjiwa besar luar biasa, dia sebagai pekebun kurma kurmanya tidak berbuah sedangkan tetangganya kurmanya sangat subur, buahnya banyak dan besar-besar, malamnya dia sholat bersyukur atas kesuburan kurma tetangganya. Oleh karena itu jangan ber-iri hati dengan apa yang dimiliki orang lain kita senantiasa harus berjiwa besar seperti yang ditunjukan oleh pekebun kurma tersebut.

Yang ketiga Nabi Muhammad SAW adalah seorang Rasul yang menghargai keragaman dan kebersamaan, Abu Bakar Asyidiq diminta fatwanya oleh rosul apa fatwa Abu Bakar yaitu jangan makan makanan yang haram, pada suatu saat ada seorang penyabung ayam melakukan selamatan, Abu Bakar diundang untuk makan dalam acara itu ketika itu Abu Bakar lupa bertanya apa pekerjaan orang itu, ketika beliau tahu pekerjaan orang itu adalah penyabung ayam, Abu Bakar pulang, sampai kerumah dicari air hangat tuangkan dimulut dan dikeluarkanlah makanan tersebut dari dalam perut. Pernahkah kita seperti itu? ataukah kita pernah menanyakan apakah gaji kita ini halal atau haram?
Dalam akhir Hikmah Maulidnya Drs. H. Abdullah Tsanie, SH, M.Hum menghimbau kalau menjadi Hakim jadilah Hakim yang Jujur, menjadi Panitera jadilah Panitera yang baik, menjadi Pejabat jadilah Pejabat yang jujur dan baik yang teguh dan tidak akan tergoda akan sesuatu, insya Allah kehidupan kita akan Aktual dan tetap akan Aktual dimana-mana dan kapan saja, karena setiap waktu kita dapat mengaktualisasikan diri dalam setiap jaman dan waktu.

